Jenis-Jenis Inflasi dan Cara Menghitungnya

humbletraders.com

Inflasi menunjukan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Kenaikan harga yang bersifat sementara tidak dapat dikatakan inflasi.

a. Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation)
Permintaan masyarakat yang terlalu besar terhadap berbagai barang akan menyebabkan inflasi karena produsen tidak selalu dapat memenuhi permintaan konsumen. Meningkatnya konsumsi atau pembelian akan mendorong naiknya harga.

b. Inflasi Dorongan Biaya (Cost Pust Inflation)
Inflasi dorongan biaya disebabkan oleh kenaikan biaya produksi. Kenaikan biaya produksi dapat berupa kenaikan harga bahan baku, harga bahan bakar, dan kenaikan upah pekerja.

c. Inflasi Menurut Tingkat Keparahan
Inflasi berdasarkan tingkat keparahannya dapat dijelaskan sebagai berikut.
a) Inflasi ringan ketika kenaikan harga kurang dari 10% setahun.
b) Inflasi sedang sebesar 10-30% setahun.
c) Inflasi berat sebesar 30-100% setahun.
d) Inflasi tidak terkendali/hiperinflasi lebih dari 100% setahun

CARA MENGHITUNG INFLASI
Data yang diperlukan untuk menghitung inflasi adalah indeks harga. Jenis indeks harga yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung inflasi adalah indeks harga konsumen (IHK). Secara matematis inflasi dapat dihitung menggunakan rumus berikut.

Laju inflasi = IHK - IHK-1(-1 = tahun sebelumnya) dibagi IHK-1(-1 = tahun sebelumnya) dikali 100%

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jenis-Jenis Inflasi dan Cara Menghitungnya"

Post a Comment

Untuk mempermudah Anda, gunakan opsi Google, Name/URL, dan Anonymous untuk berkomentar. Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel